Tampilkan postingan dengan label Galau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galau. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Januari 2016

Perkara Melepaskan

Bagiku, melepaskanmu tidak pernah mudah. Berkali-kali aku mencoba pergi, tapi rindu selalu menarikku kembali.
Tapi aku merasa kali ini beda, bukan aku yang ingin melepaskan diri, tapi kamu yang tak sabar untuk pergi.
Tak apa.
Kau tahu tidak, bagi orang yang mencintai, terkadang meninggalkan jauh lebih sulit ketimbang ditinggalkan.
Mungkin memang harus seperti ini.
Kata orang, cinta adalah tentang menginginkan kebahagiaan orang yang kita cintai, walaupun itu berarti harus melepaskannya pergi.
Jika memang demikian, aku tidak apa-apa.
Kita berdua toh akan menemukan kebahagiaan kita masing-masing, pada akhirnya.

  If this is what you want, so be it. :)
Jangan kuatir tentang aku, pasti akan kutemukan bahagiaku, nanti. Jangan biarkan rayuku menghentikan langkahmu.
Aku tidak menangis. Mataku hanya iritasi terkena debu.
Jangan acuhkan aku, bahkan jika hatiku yang keras kepala ini merangkak ke rongga kepalaku, mematikan otakku, dan menggerakkan tubuhku untuk berlutut memohon di kakimu, jangan pedulikan aku.

Rabu, 12 Agustus 2015

Hanya Sebuah Kemarahan

Teruntuk kamu.

Mungkin kamu tak akan mengerti bagaimana rasanya dirundung kesepian seperti malam-malam yang selama ini kulalui. Ah ralat, maksudku sepanjang tik tok jam yang aku lalui, tak hanya malam-malam lagi. Setiap hari. Sebab toh kamu punya banyak sekali teman, banyak sekali obrolan dan perbincangan, pun rencana-rencana untuk pergi bersama entah dengan siapa yang jelas bukan aku.
Mungkin juga kamu tak akan pernah menyangka betapa pedih rasanya ketika kamu mau melakukan apapun yang seseorang minta, tapi dia tak melakukan hal yang sama. Seperti menjadikannya nomor satu sementara kamu bahkan tak menduduki posisi kedua, ketiga atau bahkan kelima dalam hidupnya.

Mungkin lagi, kamu tak akan pernah mau peduli betapa kamu begitu dicintai dan dibutuhkan. Ah benarlah, toh siapa yang peduli jika dia dibutuhkan? Orang-orang hanya peduli apa mereka membutuhkan atau tidak. Tapi dulu, aku pikir kamu tidak begitu. Tidak seperti orang-orang itu.
Mungkin kamu tidak akan tahu, bagaimana rasanya kehilangan seseorang sementara orang yang begitu kamu rindukan sama sekali tak merasa kehilangan. Ah, aku yakin kamu tidak tahu.
Mungkin yang kamu tahu adalah memanfaatkan waktumu semaksimal mungkin, membuat dirimu lelah sendiri, lalu bercerita panjang lebar atau justru marah-marah pada orang lain yang kebetulan bersedia mendengarkanmu.

Mungkin yang kamu tahu adalah pergi ke suatu tempat. Refreshing, katamu. Menghirup kesegaran suasana baru, tak perlu menceritakan apa-apa. Melakukan hal-hal yang menyenangkan hingga kamu lupa apa yang memberatkan dadamu. Tak salah. Sungguh aku tak menyalahkanmu.
Yang salah mungkin justru aku, memberimu waktu untuk sibuk sendiri, lalu aku kehilangan kamu.
Jadi tak salah sama sekali jika kamu memilih pergi mencari suasana baru, padahal ada aku yang siap mendengar ceritamu. Maka pedihlah hatiku saat kamu sedang lelah dan berkata, “aku tak punya teman bercerita”. Biasanya aku hanya tersenyum saja, padahal aku sudah menunggu ceritamu sejak lama.

Tak salah pula jika kamu memilih melakukan hal-hal yang menyenangkan sendirian, atau bersama teman-teman, atau entah siapa. Maka sedihlah saat aku mengajakmu pergi dan kau menolak. Makin sakit rasanya dadaku ketika kamu justru memamerkan keseruan kamu pergi ke sana, ke sini, ke situ tanpa aku yang selama ini menunggu ajakanmu.

Sekali lagi kamu tak salah.
Yang salah mungkin justru aku.
Kamu tak bertanggung jawab atas pedih, sedih, dan sakit yang aku rasakan karena kehilangan kamu. Yang bertanggung jawab mungkin adalah kesepian-kesepian yang aku ciptakan sendiri.
Mungkin bukan pula salahmu ketika kamu berubah menjadi bangsat.
Mungkin salah kecewaku yang terlalu mengharapkanmu untuk selalu ada dan tak pernah minggat.
Hahaha. Mungkin kesepian itu seharusnya memang dibunuh lalu dihilangkan dari kamus kehidupan. Agar tak banyak orang yang menderita seperti aku di luar sana.
Aku menyayangimu. Sungguh.
Ada dua pilihan bagiku untuk menghadapi kamu. Mungkin aku perlu berkata sarkas, tapi kamu nanti menangis dan sakit hati jika mendengarnya..
Atau aku biarkan kamu pergi. Dan tak pernah mengharapkanmu ada dalam hidupku lagi.
Oh ayolah, aku hanya marah.

Entah marah pada siapa. Bukan.. bukan padamu.
Aku tak mungkin mengatakan hal yang macam-macam karena aku tak mau melihatmu terluka. Tak pernah tega. Aku hanya pergi untuk sementara. Sampai kamu –jika aku beruntung- merasakan kesepian yang sama. Sampai kamu –jika aku beruntung lagi- merindukanku sama besarnya.
Aku hanya kesepian. Kesepian sekali.
Aku hanya sedang rindu. Rindu sekali.
Mungkin bukan hanya aku yang rindu padamu. Perbincangan seru merindukan kita. Kursi di café itu merindukan kita. Orang-orang aneh yang minta menjadi topik olok-olokan merindukan kita.
Ah.. Sudah, sudah.. Kamu tak perlu memikirkan tentang sakitnya sepi yang mengiris nadi. Itu urusanku. Kamu pergilah. Sampai kamu temukan hal-hal yang membahagiakan. Kelak ketika kamu merasa lelah, dan benar-benar tak ada yang mendengarkanmu, kamu bisa temui aku lagi.
Aku menunggu ceritamu lagi. Dengan secangkir kopi.
Semoga saat nanti, kalau kamu benar-benar datang, kamu datang seperti yang dulu, bukan yang bangsat seperti ini.
Dari yang mencintaimu pun yang terluka karena kehilangan kamu.
Nb: Untuk kamu yang membaca, pikirkan. Mungkin ada orang di luar sana yang telah lama kamu abaikan. Kamu biarkan tenggelam dalam kesepian. Sendirian.
Maka ambil ponselmu. Hubungi dia. Beri waktu bagi rindu-rindu untuk luntur dalam pertemuan kalian. Pada perbincangan yang menyenangkan. Percayalah, mereka merindukanmu. Sangat merindukanmu. Peluklah. Lalu katakan kamu pun merindukannya.

Kamis, 01 Agustus 2013

Tersesat dalam kesenangan

masih teringat oleh ku,. saat air mata bercucursaat hati meminta,. saat pikiran memaksa,.
namun semua terasa beda saat aku telah disini, di tempat yg aku minta,. semua adalah keputusan ku
aku yg akan menentukan,. apa yg ku mulai harus qku akhiri
air mata telah tercurah namun senyum belom jua dapat,,perihnya dan kerasnya hidup tlah ku alami,. namunblom seberapa dengan apa yg ku lihat dengan mata kepalaku sendiri
sampai kapan aku berlarut,. bukankah aku punya impian ,.
bukankah aku punya semangat,. kok bisanya semua serasa jauh

tak ada pegangan,. tak ada prinsip,. kesenangan semata ini bukanlah alur hidupku,.saat aku hrus menjalani saat aku mulai berfikir,. bahwa aku akan jwab semua ini,.
ini adalah hidup hidup sekrang bkan sejarah,.semua berharap sama ku,. dengan apa aku jawab semuanya nanti,.
sampai saat ini aku belom tau jawabannya

Jumat, 05 April 2013

Buat kamu yang impiannya besar

Jika ada di dalam kegalauanmu itu,
perasaan lebih rendah daripada mereka yang lebih berpengalaman daripadamu,
maka bersegeralah bertindak,
dan banyak-banyaklah melakukan kebaikan yang bisa kau lakukan.

Satu-satunya cara untuk menjadi berpengalaman, adalah berani melakukan.
pertanda bahwa engkau terlambat atau kurang bertindak  adalah "hal-hal yang tadinya SEBAIKNYA kau lakukan, berubah menjadi HARUS kau lakukan".
Engkau jiwa muda yang menolak diperlakukan kurang dari terhormat,
maka pantaskanlah dirimu bagi penghormatan.

Segera, lakukanlah yang SEBAIKNYA kau lakukan, sebelum ia menjadi KEHARUSAN.  tidak ada kata gagal atau tidak bisa
You can do it. You are the boss of your life.

"lagi melow"

"Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan.
Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi.
Jadilah seperti yang kamu inginkan, kerna kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati.

Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum
Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis"

For you :)

When it's love you give
I'll be your girl of good faith
When it's love you live
I'll make a stand I won't break
I'll be the rock you can lean on
Be there when you're old
To have and to hold

When there's love inside
I swear I'll always be strong
And there's a reason why
I'll prove to you we belong
I'll be the wall that protects you
From the wind an...

Selasa, 02 April 2013

Cinta Dalam Diam

Aku tak mengerti dengan rasa dalam hatiku
Aku hanya bisa merasakannya lewat hati
Hanya dengan hati…
Tak perlu dengan kata-kata
Karena kata hanya akan membuat luka

Aku akan terbang jauh
Bersama anganku yang melayang
Menerawang menembus angkasa
Lalu jatuh bersama derai air mata

Aku tak akan mau mengingatmu
Demi rasa haru sembunyikan cinta
Demi rasa sedih karena tak bisa berbagi cinta
Demi rasa sakit memendam asa
Akan kupendam dalam-dalam cinta ini
Dan akhirnya, demi cinta itu sendiri

*cinta dalam diam sama seperti menusukkan jari pada jarum, menyakitkan...
cinta dalam diam bahkan tak pernah memberikan satu senyuman..
didedikasikan buat seorang teman yang selalu "mencintai dalam diam"

Selasa, 06 November 2012

Mimpi :)


Mimpi adalah satu kata yang memiliki jutaan makna. mimpi adalah sepotong kata yang mampu membuat tubuh ku bergetar hebat antara senang dan takut, senang karena aku memiliki mimpi atau  takut karena tidak mungkin bisa mengapai mimpi yg terlalu tinggi…
Tunggu…
Aku baru sadar, bukankah ada yang mengatakan bermimpi lah selagi bisa untuk bermimpi, jadi kenapa aku harus takut?? Masalah bisa atau tidaknya aku meraih mimpi itu kan terletak pada satu tindakan yang disebut usaha, serta pada sebatas minat yang ku sebut dengan Niat…

Akh…
Mimpi…
Satu kata yang membuat ku mengingat masa lalu. mengingatkan ku akan rasa kecewa yang muncul yang membuat ku terjatuh dan nyaris tak bisa bangkit karena rasa sakit yang muncul begitu hebat hingga aku tak bisa melupakannya…
Mimpi itu merupakan sosok yang menakutkan buat ku, aku tak berani bermimpi karena aku tak ingin lagi kecewa…
Tapi…
Berapa lama???? Ya, berapa lama aku mampu untuk tetap hidup tanpa ada harapan, tujuan serta mimpi yang aku tuju??? Berapa lama aku hidup seperti dandelion yang terbang tertiup angin, yang tidak tahu kemana arah perginya????

Mimpi…
Mungkin iya aku pernah terjatuh, pernah mengalami rasa sakit dan kecewa karena tidak mampu meraih mimpi yang sangat ku inginkan, tapi bukankah itu hanya masa lalu, masa lalu yang membuat ku sekarang belajar menjadi sosok yang lebih kuat, iya aku pernah terjatuh karena tidak bisa meraih mimpi ku, ya itu hanya sebatas PERNAH, karena itu tidak akan mampu menahan langkah ku tuk menggapai mimpi ku di hari esok..
Bukan aku yang terlalu rendah untuk menggapai mimpi itu, bukan pula mimpi itu yang ku letakkan terlalu tinggi hingga aku tak mampu menggapainya, hanya saja mungkin waktunya yang tidak tepat, karena semua akan menjadi lebih indah pada waktunya, setidaknya aku belajar setiap orang harus berani untuk bermimpi karena mimpi adalah satu hal MUTLAK yang harus dimiliki setiap orang :)

*we ain’t born for crying, we ain’t born for losing, the future is in our hands :)